
Michael Olise menutup perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 dengan sebuah pencapaian bersejarah. Meski Les Bleus gagal merebut tempat ketiga, pemain Bayern München tersebut resmi mencatatkan tujuh assist dalam satu edisi turnamen dan melampaui rekor Pelé yang bertahan sejak Piala Dunia 1970.
Rekor tersebut tercipta ketika Prancis menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga di Miami pada Sabtu, 18 Juli 2026 waktu setempat atau Minggu pagi WIB. Pertandingan berlangsung sangat terbuka dan berakhir dengan kemenangan Inggris 6–4. ngan yang menghasilkan sepuluh gol itu, Olise tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh bagi Prancis. Dua umpan akhirnya berhasil diselesaikan Kylian Mbappé, membawa total assist Olise selama turnamen menjadi tujuh. Jumlah tersebut menempatkannya sendirian di puncak daftar pencipta assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. engah Kekalahan Dramatis Prancis
Prancis menjalani babak pertama yang sangat buruk dalam pertandingan melawan Inggris. Pasukan Didier Deschamps tertinggal 0–4 setelah Declan Rice, Ezri Konsa, dan dua gol Bukayo Saka menghukum sejumlah kesalahan pertahanan Les Bleus.
Situasi berubah setelah turun minum. Prancis meningkatkan intensitas serangan, menempatkan lebih banyak pemain di antara lini tengah dan pertahanan Inggris, serta memberikan kebebasan lebih besar kepada Olise untuk bergerak dari sisi kanan menuju area sentral.
Perubahan tersebut membuat distribusi bola Prancis lebih tajam. Olise tidak hanya menunggu bola di dekat garis samping, tetapi masuk ke half-space untuk menerima operan dengan posisi tubuh menghadap ke gawang. Dari area itulah ia dapat mengirimkan bola terakhir kepada Mbappé.
Dua assist Olise membantu Prancis memperkecil ketertinggalan dalam babak kedua. Bradley Barcola dan Ousmane Dembélé juga mencetak gol, tetapi kebangkitan tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Penalti Saka dan gol Jude Bellingham memastikan Inggris mengakhiri turnamen sebagai peringkat ketiga. mengikuti perkembangan kompetisi sejak fase awal, rangkaian pertandingan dan informasi turnamen dapat dilihat melalui Panduan Piala Dunia 2026.
Tujuh Assist dan Rekor Baru Piala Dunia

Sebelum pertandingan perebutan tempat ketiga, Olise telah mencatatkan lima assist. Angka tersebut membuatnya menjadi pemimpin daftar assist Piala Dunia 2026, mengungguli sejumlah pemain seperti Bruno Guimarães, Brahim Díaz, Martin Ødegaard, dan Lionel Messi.
Dua assist tambahan melawan Inggris membawa catatannya menjadi tujuh. Olise pun melewati Pelé, yang menghasilkan enam assist ketika membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Berdasarkan catatan FIFA, assist mulai didokumentasikan dalam statistik Piala Dunia sejak edisi 1966. Pelé sebelumnya menempati posisi teratas dengan enam assist dalam satu turnamen, sedangkan Robert Gadocha, Pierre Littbarski, Diego Maradona, Thomas Häßler, dan Olise sebelum laga melawan Inggris berada pada kelompok berikutnya dengan lima assist. n Olise bukan sekadar menjadi yang terbaik pada edisi 2026. Ia menciptakan standar baru dalam pencatatan assist Piala Dunia dengan tujuh umpan gol dalam satu turnamen.
Rekor Pelé bertahan selama 56 tahun. Olise menjadi pemain pertama yang berhasil melewatinya, bukan hanya menyamai angka tersebut.
Olise Bukan Sekadar Pemain Sayap

Keberhasilan Olise mencatatkan tujuh assist tidak dapat dilepaskan dari perannya dalam sistem serangan Prancis. Bersama Bayern München, ia kerap beroperasi sebagai pemain sayap kanan yang bergerak ke dalam. Peran serupa diberikan Deschamps, tetapi dengan ruang interpretasi yang lebih luas.
Olise dapat memulai serangan dari sisi kanan, bergerak sebagai gelandang serang, atau turun mendekati lini tengah untuk membantu progresi bola. Mobilitas tersebut membuat lawan sulit menentukan siapa yang harus menjaganya.
Ketika bek kiri lawan mengikuti pergerakannya ke tengah, ruang di sisi luar dapat digunakan pemain sayap atau bek kanan Prancis. Sebaliknya, apabila Olise dibiarkan menerima bola di half-space, ia memiliki waktu untuk mengirimkan umpan terobosan atau umpan diagonal menuju Mbappé.
FIFA sebelumnya juga menyoroti kekuatan lini depan Prancis yang diisi Mbappé, Dembélé, Olise, dan Barcola. Kombinasi kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta pertukaran posisi membuat Prancis menjadi salah satu tim paling berbahaya selama turnamen. hubung di antara para penyerang tersebut. Ia mungkin tidak selalu menjadi pemain yang menyelesaikan peluang, tetapi sering menjadi sosok yang menentukan kapan dan dari mana serangan terakhir dilepaskan.
Koneksi Olise dan Mbappé Menjadi Senjata Utama
Koneksi Olise dengan Mbappé menjadi salah satu pola serangan paling produktif bagi Prancis. Olise memiliki kualitas umpan yang sesuai dengan karakter pergerakan kapten Les Bleus: cepat, agresif, dan selalu mencari ruang di belakang bek.
Olise tidak harus memberikan umpan panjang untuk menciptakan peluang. Dalam banyak situasi, satu operan pendek yang dilepaskan pada waktu tepat sudah cukup untuk membuat Mbappé terbebas dari kawalan.
Secara taktis, kombinasi tersebut bekerja karena keduanya mengisi zona berbeda. Olise lebih sering menerima bola di antara lini, sedangkan Mbappé menjaga kedalaman serangan. Saat pemain bertahan bergerak mendekati Olise, ruang di belakang mereka langsung diserang Mbappé.
Pola itu kembali terlihat menghadapi Inggris. Walaupun pertahanan The Three Lions mampu mempertahankan keunggulan, mereka kesulitan menghentikan progresi Prancis setelah Olise lebih sering mendapatkan bola di area sentral pada babak kedua.
Rekor Individu di Tengah Akhir yang Mengecewakan
Pencapaian Olise terasa kontras dengan hasil akhir Prancis. Les Bleus datang ke turnamen sebagai salah satu kandidat juara dan sempat menunjukkan permainan menyerang yang meyakinkan. Mereka melewati fase grup dan beberapa putaran gugur sebelum dihentikan Spanyol dengan skor 0–2 pada semifinal. gris kemudian membuat Prancis harus puas berada di posisi keempat. Pertandingan tersebut juga menjadi laga terakhir Didier Deschamps setelah menjalani masa panjang sebagai pelatih tim nasional Prancis.
Olise mungkin tidak memperoleh medali, tetapi kontribusinya memberikan gambaran mengenai arah baru lini serang Prancis. Pada usia 24 tahun, ia telah menunjukkan kemampuan untuk menjadi kreator utama dalam turnamen internasional terbesar.
Perjalanan Prancis dan negara-negara lain menuju fase gugur sebelumnya dapat ditinjau kembali melalui Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026.
Pencapaian yang Memperkuat Status Olise
Tujuh assist dalam satu edisi Piala Dunia adalah hasil dari konsistensi, bukan satu pertandingan yang luar biasa. Olise menciptakan peluang sepanjang turnamen dan menjadi pemain yang dipercaya untuk mengatur arah serangan Prancis.
Pencapaiannya juga memperlihatkan bahwa kontribusi pemain menyerang tidak hanya dapat dinilai melalui jumlah gol. Kemampuan membaca pergerakan rekan, menarik pemain bertahan, dan melepaskan operan pada waktu yang tepat sama pentingnya dengan penyelesaian akhir.
Dalam konteks tersebut, Olise layak ditempatkan sebagai salah satu pemain terbaik Piala Dunia 2026. Ia tidak hanya memimpin daftar assist, tetapi juga memecahkan rekor yang sebelumnya identik dengan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.
Bagi penggemar yang ingin mempelajari pasar pertandingan dan pendekatan analisis secara bertanggung jawab, pembahasan tersedia dalam panduan Taruhan Piala Dunia 2026.
Rekor Pelé Runtuh, Standar Baru Tercipta
Pelé menciptakan enam assist ketika Brasil menjuarai Piala Dunia 1970. Rekor tersebut bertahan melewati berbagai generasi pemain hebat, termasuk Diego Maradona, Zinedine Zidane, Lionel Messi, dan sejumlah kreator terbaik lainnya.
Kini, posisi teratas menjadi milik Michael Olise.
Kekalahan Prancis dari Inggris membuat akhir turnamennya jauh dari sempurna. Namun, tujuh assist tetap menjadi pencapaian yang akan tercatat dalam sejarah Piala Dunia.
Olise datang ke turnamen sebagai salah satu bagian penting dari lini serang Prancis. Ia meninggalkannya sebagai pemegang rekor baru.
Bagi pembaca yang ingin mengakses informasi sepak bola, panduan pertandingan, dan pembahasan platform, kunjungi platform utama BC Game.

Teddy Rudiawan adalah seorang Penulis Artikel BC Game yang berpengalaman, berspesialisasi dalam analisis olahraga dan sepak bola, dikenal mampu mengubah data pertandingan yang kompleks menjadi insight menarik dan mudah dipahami, membantu pembaca menangkap dinamika permainan, nilai taruhan, serta tren performa dengan jelas dan tepat, sekaligus mencerminkan energi serta karakter data-driven dari brand BC Game.