Berita FIFA Asean Cup 2026 - BC Game https://bcgamebola.com/category/berita-fifa-asean-cup-2026/ Wed, 16 Sep 2026 23:30:24 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1 https://bcgamebola.com/wp-content/uploads/2025/10/BC-Game-Sports-Icon-150x150.webp Berita FIFA Asean Cup 2026 - BC Game https://bcgamebola.com/category/berita-fifa-asean-cup-2026/ 32 32 Jay Idzes Cedera, Timnas Indonesia Terancam Kehilangan Kapten di FIFA ASEAN Cup 2026 https://bcgamebola.com/jay-idzes-cedera-timnas-indonesia-terancam/ https://bcgamebola.com/jay-idzes-cedera-timnas-indonesia-terancam/#respond Wed, 16 Sep 2026 23:30:23 +0000 https://bcgamebola.com/?p=8305 Kabar kurang menyenangkan datang dari Italia menjelang agenda penting Timnas Indonesia. Bek sekaligus kapten Garuda, Jay Idzes, mengalami cedera quadriceps kaki kiri ketika membantu Sassuolo mengalahkan Juventus 3-2 dalam lanjutan Serie A 2026/2027. Idzes awalnya hanya dilaporkan mengalami masalah otot setelah tidak mampu menyelesaikan pertandingan. Namun, pemeriksaan lanjutan memberikan gambaran yang lebih jelas. Sassuolo mengonfirmasi… 

The post Jay Idzes Cedera, Timnas Indonesia Terancam Kehilangan Kapten di FIFA ASEAN Cup 2026 appeared first on BC Game.

]]>
Jay Idzes Cedera, Timnas Indonesia Terancam Kehilangan Kapten di FIFA ASEAN Cup 2026

Kabar kurang menyenangkan datang dari Italia menjelang agenda penting Timnas Indonesia. Bek sekaligus kapten Garuda, Jay Idzes, mengalami cedera quadriceps kaki kiri ketika membantu Sassuolo mengalahkan Juventus 3-2 dalam lanjutan Serie A 2026/2027.

Idzes awalnya hanya dilaporkan mengalami masalah otot setelah tidak mampu menyelesaikan pertandingan. Namun, pemeriksaan lanjutan memberikan gambaran yang lebih jelas. Sassuolo mengonfirmasi adanya lesi derajat sedang pada otot quadriceps kaki kiri dan sang pemain telah memulai program rehabilitasi.

Situasi tersebut membuat peluang Idzes memperkuat Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 semakin kecil. Turnamen dimulai hanya beberapa hari setelah cedera terjadi, sementara Sassuolo belum memberikan tanggal resmi mengenai kapan pemain berusia 26 tahun tersebut dapat kembali bermain.

Bagi Timnas Indonesia, persoalannya bukan sekadar kehilangan seorang bek tengah. Idzes merupakan kapten sekaligus salah satu pemain yang memegang peran penting dalam organisasi lini belakang Garuda.

Jay Idzes Cedera saat Sassuolo Menang Dramatis atas Juventus

Jay Idzes Cedera saat Sassuolo Menang Dramatis atas Juventus

Cedera Jay Idzes terjadi dalam pertandingan Sassuolo melawan Juventus di Mapei Stadium pada 13 September 2026 waktu Italia.

Sassuolo memenangi pertandingan tersebut dengan skor dramatis 3-2. Reuters mencatat laga baru benar-benar berubah pada fase akhir pertandingan, dengan beberapa gol tercipta setelah menit ke-80.

Idzes dimainkan sebagai starter di jantung pertahanan Sassuolo. Sekitar sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir, bek Timnas Indonesia itu terlihat mengalami masalah pada pahanya dan meminta pergantian pemain.

Duje Caleta-Car kemudian masuk menggantikannya.

Pergantian tersebut awalnya menimbulkan kekhawatiran karena belum diketahui apakah Idzes hanya mengalami ketegangan otot ringan atau cedera yang membutuhkan periode pemulihan lebih panjang.

Jawabannya muncul setelah pemeriksaan medis dilakukan.

Hasil Pemeriksaan: Lesi Quadriceps Kaki Kiri

Sassuolo kemudian melakukan pemeriksaan instrumental terhadap Jay Idzes. Hasilnya menunjukkan lesi derajat sedang pada quadriceps kaki kiri.

Artinya, kondisi tersebut lebih serius daripada sekadar rasa tidak nyaman akibat kelelahan setelah pertandingan.

Klub mengonfirmasi Idzes telah memulai program rehabilitasi. Namun, sampai pembaruan pada 16 September 2026, Sassuolo belum mengumumkan jadwal pasti mengenai kapan sang bek bisa kembali mengikuti pertandingan kompetitif.

Media lokal Sassuolo News memperkirakan proses pemulihan dapat berlangsung sekitar satu setengah hingga dua bulan. Estimasi tersebut tetap harus dibedakan dari informasi resmi klub karena waktu pemulihan setiap cedera otot bisa berbeda berdasarkan lokasi lesi, respons terhadap rehabilitasi, dan hasil evaluasi lanjutan.

Yang sudah lebih jelas adalah Idzes tidak berada dalam kondisi ideal untuk agenda internasional yang dimulai dalam waktu dekat.

Mengapa Cedera Quadriceps Tidak Bisa Dipaksakan?

Quadriceps merupakan kelompok otot besar di bagian depan paha yang memiliki peran penting dalam berlari, melakukan akselerasi, menendang, melompat, serta memperlambat gerakan.

Bagi bek tengah seperti Idzes, fungsi tersebut digunakan hampir sepanjang pertandingan.

Seorang pemain bertahan bukan hanya berlari dalam kecepatan konstan. Ia harus melakukan sprint pendek, perubahan arah, duel udara, recovery run setelah garis pertahanan ditembus, hingga melakukan pengereman mendadak saat mengikuti pergerakan penyerang.

Karena itu, keputusan kembali bermain tidak semestinya hanya ditentukan berdasarkan hilangnya rasa sakit.

Pemain perlu mampu menjalani latihan dengan intensitas tinggi, melakukan sprint dan perubahan arah tanpa respons negatif, serta menunjukkan bahwa kekuatan otot yang cedera sudah berada pada level yang aman.

Memaksakan comeback terlalu cepat pada cedera otot dapat meningkatkan risiko masalah berulang.

Dalam konteks Idzes, jarak antara terjadinya cedera dan pertandingan pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup sangat pendek. Faktor waktu inilah yang membuat peluangnya tampil menjadi semakin sulit.

FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai 24 September

Cedera Idzes datang pada waktu yang tidak menguntungkan bagi Timnas Indonesia.

FIFA telah memastikan edisi pertama FIFA ASEAN Cup berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 di Indonesia dan Hong Kong. Division 1 yang diikuti Indonesia mulai dimainkan pada 25 September.

Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Garuda dijadwalkan memainkan laga pembuka melawan Singapura di Stadion Gelora Bung Karno pada 25 September.

Informasi mengenai jadwal, format, pembagian grup, venue, dan perkembangan terbaru turnamen juga tersedia dalam pusat berita FIFA ASEAN Cup 2026.

Dengan demikian, jarak antara pertandingan Sassuolo kontra Juventus ketika Idzes mengalami cedera dan laga pertama Indonesia hanya sekitar 12 hari.

Untuk cedera quadriceps tingkat sedang, periode tersebut jelas menciptakan tantangan besar.

John Herdman Sedang Finalisasi Skuad Timnas Indonesia

John Herdman Sedang Finalisasi Skuad Timnas Indonesia

Cedera Jay Idzes juga muncul ketika pelatih Timnas Indonesia John Herdman sedang memasuki fase akhir pemilihan pemain.

Herdman mengatakan dirinya sebenarnya sudah mempunyai gambaran yang sangat jelas mengenai skuad untuk FIFA ASEAN Cup. Namun, beberapa cedera yang muncul dalam pertandingan klub pada akhir pekan terakhir membuat staf pelatih harus mengevaluasi kembali kondisi sejumlah pemain sebelum daftar final ditentukan.

Situasi Idzes menjadi salah satu kasus yang harus dipantau.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya juga mengatakan dirinya belum mengetahui kondisi detail Idzes sesaat setelah pertandingan Sassuolo melawan Juventus. Pada saat itu, hasil pemeriksaan medis memang belum diumumkan.

Kini situasinya menjadi lebih jelas setelah Sassuolo mengonfirmasi cedera quadriceps tersebut.

Jika Idzes tidak dapat bergabung, Herdman harus melakukan penyesuaian bukan hanya terhadap pilihan pemain, tetapi juga struktur pertahanan yang akan digunakan.

Kehilangan Idzes Akan Mengubah Struktur Pertahanan Indonesia

Dampak potensial absennya Jay Idzes tidak dapat dinilai hanya berdasarkan satu posisi di starting XI.

Sebagai bek tengah dan kapten, Idzes mempunyai fungsi dalam beberapa fase permainan.

Ketika Indonesia membangun serangan dari belakang, ketenangannya dalam menerima bola dapat membantu tim melewati tekanan pertama lawan. Saat kehilangan bola, pengalaman bermain di sepak bola Italia juga berguna untuk menentukan kapan garis pertahanan harus maju, bertahan, atau turun lebih dalam.

Peran lain yang tidak kalah penting adalah komunikasi.

Pertahanan internasional mempunyai waktu latihan jauh lebih sedikit dibandingkan klub. Karena itu, pemain yang telah memahami karakter rekan setim dan struktur permainan pelatih memiliki nilai tambahan.

Jika Idzes absen, Herdman harus memastikan pemain pengganti mampu membangun koordinasi dengan cepat.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena format FIFA ASEAN Cup tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan.

Format Turnamen Membuat Setiap Laga Sangat Bernilai

FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan format yang berbeda dibandingkan turnamen regional dengan semifinal dua leg.

Division 1 mempunyai delapan peserta yang dibagi menjadi dua grup. Setiap tim hanya menghadapi tiga lawan sekali.

Setelah fase grup selesai, hanya juara masing-masing grup yang maju ke final, sedangkan runner-up bertanding dalam perebutan tempat ketiga.

Format tersebut membuat kehilangan poin sejak pertandingan pertama berpotensi mempunyai dampak besar.

Indonesia menghadapi Singapura pada 25 September, kemudian Malaysia pada 28 September, sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober.

Artinya, kesiapan organisasi pertahanan harus terbentuk sejak laga pertama.

Tidak banyak waktu tersedia untuk melakukan eksperimen.

Sassuolo Juga Kehilangan Pilar Penting

Cedera Idzes bukan hanya menjadi perhatian Timnas Indonesia.

Di Sassuolo, ia telah berkembang menjadi bagian penting dari struktur pertahanan sejak bergabung dari Venezia pada 2025.

Media Italia Sassuolo News bahkan menyoroti perubahan yang terjadi setelah Idzes meninggalkan lapangan saat menghadapi Juventus. Sassuolo sempat kehilangan stabilitas ketika pertandingan memasuki periode paling kacau.

Dua gol Juventus tercipta setelah Idzes keluar, meskipun tentu perubahan pertandingan tersebut tidak dapat dibebankan kepada absennya satu pemain saja.

Situasi itu setidaknya memperlihatkan bahwa Sassuolo harus kembali menata komposisi lini belakang saat Idzes menjalani rehabilitasi.

Ia juga dipastikan tidak berada dalam kondisi untuk menghadapi Monza pada pertandingan berikutnya.

Prioritas Jay Idzes Sekarang adalah Pemulihan

Bagi Timnas Indonesia, kehilangan kapten menjelang turnamen kandang tentu bukan kondisi ideal. Namun, dari perspektif manajemen pemain, keputusan mengenai Idzes harus bertumpu pada kesiapan medis, bukan besarnya pertandingan.

Cedera otot mempunyai karakter berbeda dengan benturan ringan.

Seorang pemain dapat merasa cukup nyaman ketika berjalan atau melakukan latihan ringan, tetapi belum tentu mampu menerima beban sprint dan duel kompetitif selama 90 menit.

Karena itu, program rehabilitasi Sassuolo dan evaluasi medis berikutnya akan menjadi penentu.

Apabila perkiraan pemulihan beberapa pekan yang beredar di Italia terbukti mendekati kenyataan, FIFA ASEAN Cup berlangsung terlalu cepat bagi Idzes.

Sebaliknya, apabila perkembangan rehabilitasinya jauh lebih cepat, keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan risiko cedera berulang.

Timnas Indonesia Harus Menyiapkan Skenario Tanpa Sang Kapten

John Herdman kini menghadapi keputusan penting menjelang pengumuman skuad.

Timnas Indonesia idealnya mempersiapkan FIFA ASEAN Cup dengan asumsi bahwa Idzes belum tersedia. Dengan pendekatan tersebut, struktur pertahanan alternatif dapat dibangun tanpa bergantung pada kemungkinan comeback yang waktunya belum pasti.

Jika perkembangan medis kemudian memungkinkan sang kapten kembali, kehadirannya menjadi tambahan positif.

Namun, bila Idzes benar-benar harus menjalani pemulihan lebih lama, Indonesia sudah mempunyai struktur yang siap digunakan sejak pertandingan pertama.

Itulah konsekuensi praktis dari cedera ini.

Indonesia tetap memiliki waktu untuk menyesuaikan komposisi, tetapi waktunya tidak panjang. Laga melawan Singapura pada 25 September sudah semakin dekat.

Untuk mengikuti perkembangan Timnas Indonesia, analisis pertandingan, dan berita sepak bola terbaru, pembaca juga dapat mengakses platform utama BC Game.

Cedera Jay Idzes Jadi Ujian Pertama Jelang FIFA ASEAN Cup

Cedera Jay Idzes datang ketika persiapan Timnas Indonesia memasuki fase paling penting.

Dari kondisi yang awalnya hanya disebut sebagai masalah pada paha, pemeriksaan medis kini telah memastikan adanya lesi derajat sedang pada quadriceps kaki kiri. Idzes sudah menjalani rehabilitasi, tetapi Sassuolo belum menetapkan tanggal resmi kepulangannya.

Dengan FIFA ASEAN Cup dimulai pada 24 September dan laga pertama Indonesia dimainkan sehari kemudian, peluang sang kapten untuk tampil kini berada dalam tanda tanya besar.

Fokus berikutnya bukan sekadar menunggu apakah Idzes dapat pulih tepat waktu.

John Herdman juga harus memastikan bahwa Timnas Indonesia mempunyai jawaban apabila kaptennya benar-benar tidak tersedia.

Turnamen berlangsung singkat. Setiap pertandingan membawa konsekuensi besar. Dan bagi Garuda, persiapan menghadapi kemungkinan bermain tanpa Jay Idzes kini menjadi bagian penting dari pekerjaan menuju FIFA ASEAN Cup 2026.

The post Jay Idzes Cedera, Timnas Indonesia Terancam Kehilangan Kapten di FIFA ASEAN Cup 2026 appeared first on BC Game.

]]>
https://bcgamebola.com/jay-idzes-cedera-timnas-indonesia-terancam/feed/ 0
Skuad Garuda Hampir Final, Herdman Tunggu Kondisi 2–3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 https://bcgamebola.com/john-herdman-finalisasi-skuad-timnas-indonesia-fifa-asean-cup-2026/ https://bcgamebola.com/john-herdman-finalisasi-skuad-timnas-indonesia-fifa-asean-cup-2026/#respond Tue, 15 Sep 2026 23:24:30 +0000 https://bcgamebola.com/?p=8295 Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memasuki tahap akhir dalam menentukan skuad Garuda untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Kerangka tim disebut sudah hampir terbentuk, tetapi kondisi cedera sejumlah pemain masih menjadi faktor yang membuat pengumuman daftar final belum dilakukan. Turnamen regional tersebut akan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026, dengan Indonesia menjadi salah… 

The post Skuad Garuda Hampir Final, Herdman Tunggu Kondisi 2–3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 appeared first on BC Game.

]]>
Skuad Garuda Hampir Final, Herdman Tunggu Kondisi 2–3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memasuki tahap akhir dalam menentukan skuad Garuda untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Kerangka tim disebut sudah hampir terbentuk, tetapi kondisi cedera sejumlah pemain masih menjadi faktor yang membuat pengumuman daftar final belum dilakukan.

Turnamen regional tersebut akan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026, dengan Indonesia menjadi salah satu pusat penyelenggaraan. Bagi Herdman, waktu menuju pertandingan pertama semakin pendek. Itu berarti keputusan terakhir mengenai kondisi fisik beberapa pemain harus dibuat tanpa banyak ruang untuk menunggu.

Situasi ini membuat finalisasi skuad bukan sekadar persoalan memilih pemain dengan performa terbaik. Tim pelatih juga harus menghitung kebugaran, kesiapan bermain dalam jadwal turnamen yang padat, serta keseimbangan posisi di dalam tim.

John Herdman Sudah Punya Gambaran Jelas Skuad Timnas Indonesia

John Herdman Sudah Punya Gambaran Jelas Skuad Timnas Indonesia

John Herdman mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sudah memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai pemain yang ingin dibawa ke FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam keterangannya di Jakarta, Herdman menyebut proses tersebut sudah sangat dekat dengan tahap pengumuman. Namun, beberapa cedera yang muncul dalam beberapa hari terakhir membuat staf pelatih harus melakukan evaluasi tambahan.

Herdman menyatakan bahwa terdapat sekitar dua hingga tiga pemain yang kondisinya masih perlu diperiksa sebelum keputusan akhir dibuat.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar struktur skuad kemungkinan sudah ditentukan. Fokus utama staf pelatih sekarang lebih kepada memastikan pemain yang dipanggil benar-benar berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk menjalani turnamen.

Untuk kompetisi dengan jarak pertandingan yang pendek, membawa pemain yang belum sepenuhnya pulih dapat menciptakan risiko tambahan. Seorang pemain mungkin cukup fit untuk tampil satu pertandingan, tetapi belum tentu mampu mempertahankan intensitas selama beberapa laga dalam waktu kurang dari dua pekan.

Kondisi Jay Idzes Jadi Salah Satu Perhatian

Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes.

Bek Sassuolo tersebut terlihat mengalami masalah pada bagian paha kiri ketika membantu timnya meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus di Liga Italia. Idzes kemudian ditarik keluar pada menit ke-81.

Belum ada dasar untuk menyimpulkan seberapa serius masalah tersebut hanya dari pergantian pemain. Namun, mengingat perannya di lini pertahanan Garuda, kondisi Idzes tentu menjadi salah satu perkembangan yang harus dipantau dengan hati-hati menjelang pengumuman skuad.

Idzes bukan sekadar bek tengah. Dalam struktur permainan Timnas Indonesia, kualitasnya ketika membangun serangan dari belakang, membaca ruang, serta mengorganisasi garis pertahanan membuat keberadaannya memiliki nilai taktis.

Jika Idzes tersedia dalam kondisi optimal, Herdman memiliki pemain yang mampu membantu tim keluar dari tekanan dengan distribusi bola yang lebih terkontrol.

Sebaliknya, jika kondisinya belum memenuhi standar medis dan pertandingan, staf pelatih perlu menyiapkan konfigurasi berbeda di lini belakang. Keputusan tersebut sebaiknya didasarkan pada kesiapan aktual pemain, bukan hanya reputasi atau status sebagai pemain inti.

Tiga Pemain Dipastikan Absen karena Cedera

Selain situasi Jay Idzes, Timnas Indonesia juga harus menghadapi kepastian absennya beberapa pemain yang berkarier di luar negeri.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menyebut Adrian Wibowo, Miliano Jonathans, dan Mees Hilgers tidak dapat memperkuat Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 akibat cedera.

Kehilangan beberapa pemain sekaligus dapat memengaruhi kedalaman skuad, terlebih dalam turnamen pendek ketika rotasi dibutuhkan untuk menjaga intensitas permainan.

Marselino Ferdinan juga menjadi nama lain yang berpeluang tidak tersedia. Gelandang Indonesia tersebut menjalani operasi lutut di Spanyol pada bulan sebelumnya sehingga proses pemulihannya menjadi faktor utama dalam menentukan kemungkinan tampil.

Kondisi ini menjelaskan mengapa Herdman tidak terburu-buru mengumumkan daftar final.

Menentukan skuad turnamen berbeda dengan sekadar memilih sebelas pemain terbaik. Pelatih harus memastikan setiap posisi memiliki pelapis yang dapat langsung masuk tanpa membuat struktur permainan berubah secara drastis.

Cedera Bisa Mengubah Komposisi, Bukan Target Garuda

Walaupun sejumlah masalah cedera muncul menjelang turnamen, target Timnas Indonesia tetap tinggi.

Herdman menegaskan bahwa Indonesia datang dengan ambisi untuk memenangkan FIFA ASEAN Cup. Pernyataan tersebut sejalan dengan target PSSI yang ingin Garuda bersaing untuk meraih trofi.

Tetapi target juara tidak berarti Indonesia harus mengambil risiko terhadap pemain yang belum sepenuhnya siap.

Justru salah satu keputusan terpenting sebelum turnamen adalah membedakan pemain yang secara medis sudah pulih dengan pemain yang benar-benar siap menerima beban pertandingan.

Dalam turnamen singkat, kebugaran memiliki nilai yang hampir sama penting dengan kualitas teknis.

Pemain yang berada pada kondisi 90 persen tetapi mampu mempertahankan intensitas sepanjang pertandingan terkadang lebih berguna dibanding pemain dengan kualitas individu lebih tinggi tetapi belum mampu menyelesaikan pertandingan dengan aman.

Di sinilah keputusan Herdman terhadap dua atau tiga pemain terakhir akan menjadi penting.

FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Penting Era John Herdman

FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti lebih besar daripada turnamen regional biasa bagi Timnas Indonesia.

Kompetisi ini menjadi salah satu kesempatan bagi Herdman untuk menguji perkembangan tim dalam atmosfer kompetitif sekaligus mengejar hasil konkret.

Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

Secara format, setiap tim bertemu satu kali di fase grup. Juara grup kemudian melaju ke final, sementara runner-up memainkan pertandingan perebutan tempat ketiga.

Format seperti ini memperkecil margin kesalahan.

Tidak ada banyak pertandingan untuk memperbaiki start yang buruk. Satu hasil yang tidak sesuai target dapat langsung memengaruhi peluang mencapai final.

Karena itu, Herdman membutuhkan skuad yang bukan hanya kuat di atas kertas, tetapi juga siap sejak pertandingan pertama.

Indonesia Buka Turnamen Menghadapi Singapura

Indonesia Buka Turnamen Menghadapi Singapura

Timnas Indonesia dijadwalkan memulai perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Singapura pada 25 September 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Setelah pertandingan pembuka, Garuda akan menghadapi Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober. Final serta pertandingan perebutan tempat ketiga dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober.

Rangkaian tiga pertandingan fase grup dalam waktu singkat membuat kedalaman skuad sangat penting.

Rotasi hampir tidak dapat dihindari.

Herdman harus menyeimbangkan kebutuhan mendapatkan hasil dengan menjaga kondisi pemain. Pemain yang menjalani menit tinggi di pertandingan pertama mungkin membutuhkan pengelolaan khusus sebelum laga berikutnya hanya tiga hari kemudian.

Karena itu, keputusan mengenai pemain cadangan tidak kalah penting dibanding pemilihan starter.

Tantangan Terbesar Indonesia Menurut Herdman

Selain persoalan lawan, Herdman menilai tantangan utama Indonesia justru datang dari dalam tim sendiri.

Ia menyebut mentalitas, standar permainan, dan kemampuan memenuhi ekspektasi sebagai aspek yang harus ditaklukkan Garuda sebelum memikirkan kekuatan Vietnam, Thailand, Malaysia, maupun rival regional lainnya.

Pernyataan tersebut relevan dalam konteks turnamen pendek.

Indonesia memiliki keuntungan bermain di kandang dan dukungan suporter yang besar. Namun, keuntungan itu juga menghadirkan tekanan.

Ketika sebuah tim diposisikan sebagai kandidat juara, pertandingan yang seharusnya dapat dimainkan dengan sabar terkadang berubah menjadi permainan terburu-buru karena tuntutan mencetak gol secepat mungkin.

Tugas Herdman adalah memastikan pemain tetap disiplin terhadap struktur permainan.

Garuda tidak membutuhkan sepak bola yang terburu-buru. Garuda membutuhkan sepak bola yang terkendali.

Itulah perbedaan penting ketika sebuah tim mulai bermain bukan hanya untuk tampil kompetitif, tetapi untuk memenangkan turnamen.

Kedalaman Skuad Akan Menentukan Fleksibilitas Taktik

Daftar pemain akhir juga akan menentukan seberapa fleksibel Herdman dapat mengubah pendekatan selama pertandingan.

Jika lini belakang memiliki cukup banyak pemain yang nyaman menguasai bola, Indonesia dapat membangun serangan dari area sendiri dan menarik pressing lawan sebelum mencari ruang di lini kedua.

Jika lini tengah memiliki profil berbeda pengatur tempo, gelandang progresif, dan pemain yang kuat dalam duel Herdman juga dapat menyesuaikan pendekatan berdasarkan karakter lawan.

Melawan tim yang bertahan rendah, Indonesia membutuhkan sirkulasi bola cepat serta pemain yang mampu menemukan ruang di antara lini.

Menghadapi lawan dengan pressing agresif membutuhkan profil berbeda: pemain yang tenang menerima bola dalam tekanan dan mampu memindahkan permainan ke area kosong.

Karena itu, dua atau tiga keputusan terakhir dalam finalisasi skuad dapat memiliki dampak lebih besar daripada sekadar menentukan siapa yang mendapatkan nomor punggung.

Keputusan tersebut menentukan pilihan taktik yang tersedia bagi pelatih.

Momentum Besar bagi Timnas Indonesia di Depan Publik Sendiri

Indonesia mendapatkan keuntungan penting karena sebagian pertandingan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dukungan suporter dapat meningkatkan energi tim, terutama pada fase awal pertandingan. Namun, Herdman perlu memastikan atmosfer kandang dimanfaatkan sebagai energi positif dan bukan berubah menjadi tekanan.

Fokus utama tetap berada pada kualitas keputusan di lapangan.

Indonesia perlu menjaga organisasi ketika kehilangan bola, tidak membiarkan lini pertahanan terlalu terbuka, dan mengelola tempo ketika sudah unggul.

Turnamen biasanya tidak dimenangkan hanya oleh tim yang paling agresif.

Tim yang mampu mengontrol momen kapan menyerang, kapan memperlambat pertandingan, dan kapan mengambil risiko sering kali memiliki peluang lebih besar bertahan hingga laga terakhir.

Pembaca yang mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia dan pertandingan terbaru juga dapat melihat pembaruan lainnya melalui platform utama BC Game.

Herdman Tak Punya Banyak Waktu untuk Menunggu

Dengan pertandingan pertama yang semakin dekat, keputusan mengenai skuad Timnas Indonesia diperkirakan tidak akan membutuhkan waktu lama lagi.

Sebagian besar gambaran tim sudah berada di tangan John Herdman. Persoalan terakhir adalah memastikan kondisi dua atau tiga pemain yang mengalami masalah kebugaran dan menentukan apakah mereka cukup siap untuk masuk dalam daftar final.

Cedera Adrian Wibowo, Miliano Jonathans, Mees Hilgers, serta proses pemulihan Marselino Ferdinan membuat kedalaman skuad menjadi isu penting. Kondisi Jay Idzes juga patut dipantau sebelum Garuda memulai pertandingan kompetitifnya. Fakta mengenai pemain yang sudah dipastikan absen serta kondisi Marselino juga tercantum dalam materi referensi yang Anda kirim.

Meski demikian, ambisi Indonesia tidak berubah.

FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan kesempatan bagi Herdman untuk mengubah kualitas skuad menjadi hasil nyata. Bermain di kandang memberi Garuda keuntungan, tetapi pertandingan tetap akan ditentukan oleh detail: kesiapan fisik, disiplin struktur, kedalaman skuad, dan kualitas keputusan ketika tekanan meningkat.

The post Skuad Garuda Hampir Final, Herdman Tunggu Kondisi 2–3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 appeared first on BC Game.

]]>
https://bcgamebola.com/john-herdman-finalisasi-skuad-timnas-indonesia-fifa-asean-cup-2026/feed/ 0
Skuad Timnas Indonesia Masih Ditahan John Herdman, PSSI Menunggu Kepastian https://bcgamebola.com/skuad-timnas-indonesia-fifa-asean-cup-2026/ https://bcgamebola.com/skuad-timnas-indonesia-fifa-asean-cup-2026/#respond Mon, 14 Sep 2026 23:38:04 +0000 https://bcgamebola.com/?p=8255 Hingga 13 September 2026, John Herdman belum mengumumkan skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI masih menunggu daftar pemain, jadwal kedatangan tim, dan program latihan menjelang pertandingan pertama melawan Singapura pada 25 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Artinya, Timnas Indonesia hanya memiliki waktu 12 hari menuju laga pembuka. Situasi tersebut… 

The post Skuad Timnas Indonesia Masih Ditahan John Herdman, PSSI Menunggu Kepastian appeared first on BC Game.

]]>
Skuad Timnas Indonesia Masih Ditahan John Herdman, PSSI Menunggu Kepastian

Hingga 13 September 2026, John Herdman belum mengumumkan skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI masih menunggu daftar pemain, jadwal kedatangan tim, dan program latihan menjelang pertandingan pertama melawan Singapura pada 25 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Artinya, Timnas Indonesia hanya memiliki waktu 12 hari menuju laga pembuka. Situasi tersebut membuat setiap keputusan berikutnya, terutama mengenai pemanggilan pemain dan awal pemusatan latihan, akan sangat menentukan kualitas persiapan Garuda.

Kapan John Herdman Mengumumkan Skuad Timnas Indonesia?

Kapan John Herdman Mengumumkan Skuad Timnas Indonesia

Belum ada tanggal resmi untuk pengumuman skuad Timnas Indonesia. John Herdman masih menyelesaikan komunikasi dengan para pemain yang masuk dalam rencananya, sementara PSSI menunggu keputusan akhir dari pelatih asal Inggris tersebut.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, sebelumnya mengakui bahwa federasi belum menerima jadwal lengkap dari Herdman. Kondisi itu juga membuat PSSI belum dapat memastikan kapan seluruh pemain akan berkumpul di Jakarta.

“Coach John Herdman belum mengirim jadwal dan masih dalam proses untuk komunikasi dengan para pemain,” kata Yunus Nusi di Jakarta pada Kamis, 10 September 2026.

PSSI memberi ruang kepada Herdman untuk menentukan komposisi tim sesuai kebutuhan teknis. Federasi tidak mengambil alih keputusan pemanggilan karena pemilihan pemain merupakan wewenang pelatih kepala.

Pendekatan tersebut wajar dari sisi pembagian tugas. Namun, waktu yang terus berjalan membuat kepastian skuad dibutuhkan agar persiapan tidak hanya berjalan pada level administratif.

Mengapa Pengumuman Skuad Timnas Indonesia Belum Dilakukan?

Mengapa Pengumuman Skuad Timnas Indonesia Belum Dilakukan

Belum diumumkannya skuad kemungkinan berkaitan dengan proses komunikasi, kondisi pemain, dan kebutuhan taktik John Herdman. Pelatih harus memastikan pemain yang dipilih tersedia, bugar, dan dapat bergabung sesuai jadwal FIFA ASEAN Cup 2026.

Pemain Timnas Indonesia berasal dari kompetisi dan klub yang berbeda. Sebagian pemain juga berkarier di luar negeri. Keadaan ini membuat waktu kedatangan mereka tidak selalu seragam, meskipun turnamen berlangsung dalam kalender internasional.

John Herdman juga perlu menilai keseimbangan skuad. Memanggil pemain terbaik secara individu belum tentu menghasilkan komposisi paling efektif. Tim membutuhkan distribusi yang proporsional di setiap posisi, pemain yang memahami beberapa peran, serta opsi untuk menghadapi lawan dengan gaya berbeda.

Faktor terakhir adalah kondisi fisik. Pemain yang tampil rutin bersama klub mungkin memiliki kebugaran pertandingan lebih baik, tetapi juga menanggung beban menit bermain lebih besar. Sebaliknya, pemain yang jarang tampil bisa lebih segar, namun belum tentu berada dalam ritme kompetitif yang ideal.

Karena itu, keterlambatan pengumuman tidak otomatis berarti proses pemilihan pemain bermasalah. Persoalan utamanya adalah berapa banyak waktu latihan bersama yang masih tersedia setelah daftar tersebut ditetapkan.

PSSI Menyiapkan Stadion PTIK untuk Latihan Timnas Indonesia

PSSI telah menyiapkan Stadion PTIK di Jakarta Selatan sebagai lokasi latihan Timnas Indonesia. Tim ofisial dan Badan Tim Nasional rutin memeriksa kondisi lapangan serta fasilitas pendukung yang masih perlu dibenahi.

Persiapan tempat latihan tetap berjalan meskipun program dari John Herdman belum diterima secara lengkap. Langkah ini diambil agar Timnas Indonesia dapat langsung berlatih setelah para pemain tiba di Jakarta.

Menurut Yunus Nusi, ofisial Timnas Indonesia hampir setiap hari datang ke Stadion PTIK untuk memantau perkembangan fasilitas. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi lapangan dan kekurangan lain yang berpotensi mengganggu sesi latihan.

Kesiapan fasilitas bukan sekadar urusan kenyamanan. Lapangan dengan kualitas permukaan yang sesuai membantu staf pelatih mengatur intensitas latihan, mengurangi risiko cedera, dan menjalankan simulasi taktik secara lebih akurat.

Waktu Persiapan Timnas Indonesia Semakin Pendek

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September 2026. Dengan status skuad yang belum diumumkan hingga 13 September, ruang untuk membangun koordinasi tim semakin sempit.

Durasi pemusatan latihan yang singkat paling terasa pada organisasi tanpa bola. Struktur pressing, jarak antarlini, perlindungan terhadap serangan balik, dan koordinasi bola mati membutuhkan pengulangan di lapangan. Instruksi lewat pertemuan video dapat membantu, tetapi tidak menggantikan latihan bersama.

John Herdman mungkin harus menggunakan pendekatan yang praktis. Alih-alih memasukkan terlalu banyak konsep baru, staf pelatih dapat memusatkan latihan pada beberapa prinsip yang langsung relevan untuk pertandingan pertama.

Prioritas itu dapat mencakup bentuk dasar ketika bertahan, pola keluar dari tekanan, transisi setelah kehilangan bola, serta skema bola mati. Empat bagian tersebut memberi pengaruh besar dalam pertandingan turnamen yang jarak antarlaganya pendek.

Pemain yang sudah memahami cara kerja Herdman juga berpotensi memegang peran penting. Kehadiran mereka dapat mempercepat penyampaian instruksi kepada pemain yang baru masuk atau belum memiliki banyak menit bersama tim nasional.

Apa Risiko Jika Skuad Diumumkan Terlalu Dekat dengan Pertandingan?

Risiko terbesar bukan terletak pada terlambatnya publik mengetahui nama pemain. Risiko sesungguhnya adalah berkurangnya waktu yang dimiliki tim untuk menyatukan kondisi fisik dan pemahaman taktik.

Jika pemain datang dalam beberapa gelombang, John Herdman mungkin tidak dapat langsung menjalankan latihan sebelas lawan sebelas. Staf pelatih harus membagi program berdasarkan waktu kedatangan dan kondisi masing-masing pemain.

Situasi tersebut juga dapat memengaruhi penentuan susunan utama. Pelatih membutuhkan sesi latihan untuk menguji pasangan bek tengah, hubungan gelandang dengan lini depan, dan pemain yang paling cocok menempati posisi tertentu.

Dalam turnamen singkat, kesalahan kecil dapat membawa konsekuensi besar. Satu hasil buruk pada pertandingan pembuka bisa mengubah tekanan dan perhitungan pada pertandingan berikutnya. Karena itu, kejelasan skuad perlu segera diikuti program latihan yang terukur, bukan sekadar pengumuman nama.

Laga Melawan Singapura Menjadi Ujian Pertama

Pertandingan melawan Singapura akan menjadi ukuran awal kesiapan Timnas Indonesia. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno memberi keuntungan dukungan suporter, tetapi tekanan untuk memulai turnamen dengan hasil positif juga meningkat.

Singapura berpotensi mengandalkan organisasi bertahan, duel fisik, dan transisi langsung. Indonesia perlu menjaga kesabaran ketika menguasai bola tanpa kehilangan perlindungan di belakang pemain yang ikut menyerang.

Laga pembuka juga dapat menunjukkan pilihan utama Herdman. Susunan pemain, bentuk dasar tim, dan pola pergantian akan memberi gambaran mengenai identitas permainan yang hendak dibangun selama turnamen.

Pembaca dapat mengikuti pembaruan pertandingan, analisis sepak bola, dan informasi kompetisi melalui platform utama BC Game. Perkembangan daftar pemain tetap perlu dipantau melalui pengumuman resmi PSSI dan kanal Timnas Indonesia.

John Herdman Memegang Keputusan Akhir

John Herdman memegang keputusan akhir mengenai skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI bertugas memastikan kebutuhan operasional, fasilitas latihan, dan koordinasi kedatangan pemain tersedia setelah program pelatih diterima.

Hingga 13 September 2026, belum ada daftar resmi yang dapat dijadikan acuan. Nama-nama pemain yang beredar masih bersifat prediksi sebelum diumumkan oleh PSSI atau Timnas Indonesia.

Fokus berikutnya bukan hanya kapan daftar pemain dipublikasikan. Hal yang lebih menentukan adalah kapan seluruh pemain dapat berkumpul, berapa sesi latihan penuh yang tersedia, dan seberapa cepat John Herdman membentuk struktur permainan menjelang duel melawan Singapura.

Waktu persiapan memang semakin terbatas. Namun, skuad yang seimbang dan program latihan yang tajam masih dapat membuat Timnas Indonesia memasuki FIFA ASEAN Cup 2026 dengan fondasi yang jelas.

The post Skuad Timnas Indonesia Masih Ditahan John Herdman, PSSI Menunggu Kepastian appeared first on BC Game.

]]>
https://bcgamebola.com/skuad-timnas-indonesia-fifa-asean-cup-2026/feed/ 0
FIFA ASEAN Cup 2026 Segera Dimulai, Indonesia Jadi Panggung Divisi 1 https://bcgamebola.com/fifa-asean-cup-2026-indonesia-divisi-1/ https://bcgamebola.com/fifa-asean-cup-2026-indonesia-divisi-1/#respond Sun, 13 Sep 2026 22:59:51 +0000 https://bcgamebola.com/?p=8249 FIFA menyiapkan FIFA ASEAN Cup sebagai kompetisi internasional terstruktur bagi negara-negara Asia Tenggara. Turnamen ini menghadirkan seluruh 11 negara ASEAN, lalu menambahkan Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong, China sehingga jumlah pesertanya menjadi 14 tim. Kompetisi perdana tersebut datang dengan gagasan yang berbeda dari turnamen regional biasa. FIFA membaginya menjadi Divisi 1 dan Divisi 2. Masing-masing… 

The post FIFA ASEAN Cup 2026 Segera Dimulai, Indonesia Jadi Panggung Divisi 1 appeared first on BC Game.

]]>
FIFA ASEAN Cup 2026 Segera Dimulai, Indonesia Jadi Panggung Divisi 1

FIFA menyiapkan FIFA ASEAN Cup sebagai kompetisi internasional terstruktur bagi negara-negara Asia Tenggara. Turnamen ini menghadirkan seluruh 11 negara ASEAN, lalu menambahkan Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong, China sehingga jumlah pesertanya menjadi 14 tim.

Kompetisi perdana tersebut datang dengan gagasan yang berbeda dari turnamen regional biasa. FIFA membaginya menjadi Divisi 1 dan Divisi 2. Masing-masing divisi memiliki fase grup dan final sendiri, sehingga dua tim akan mengangkat dua trofi pada akhir turnamen.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan Divisi 1 memberi keuntungan yang nyata. Tim Garuda tidak perlu menghadapi perjalanan lintas negara selama fase grup, sedangkan dukungan penonton di Jakarta dan Bandung dapat membantu menjaga intensitas permainan. Namun status tuan rumah juga membawa tuntutan: Indonesia berada di grup yang pendek, sehingga setiap kehilangan poin terasa lebih mahal.

Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai?

FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung selama 12 hari. Divisi 2 membuka turnamen di Hong Kong, China pada 24 September dan selesai pada 3 Oktober. Divisi 1 dimulai sehari kemudian, 25 September, lalu mencapai partai puncak pada 5 Oktober di Indonesia.

Rentang waktu yang rapat membuat pengelolaan kondisi pemain menjadi bagian penting dari kompetisi. Tim hanya memiliki sedikit ruang untuk memperbaiki kesalahan. Rotasi, pemulihan, dan disiplin taktik dapat menentukan hasil, terutama ketika pertandingan grup berlangsung dengan jarak antarlaga yang pendek.

Empat Stadion Menjadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 dimainkan di empat stadion pada dua wilayah tuan rumah. Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung menampung pertandingan Divisi 1. Kai Tak Stadium dan Mong Kok Stadium di Hong Kong menjadi arena Divisi 2.

Pemilihan Gelora Bung Karno menempatkan laga Divisi 1 di salah satu panggung terbesar sepak bola Asia. Si Jalak Harupat memberi warna berbeda karena atmosfer Bandung dikenal dekat dengan kultur sepak bola. Di Hong Kong, Kai Tak Stadium yang lebih baru melengkapi Mong Kok Stadium sebagai pusat pertandingan Divisi 2.

Peserta dan Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026

Peserta dan Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026

Delapan tim bersaing di Divisi 1 dan enam tim bermain di Divisi 2. Indonesia masuk Grup A Divisi 1 bersama Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Grup ini mempertemukan Indonesia dengan dua rival Asia Tenggara yang sudah saling mengenal, ditambah Bangladesh yang menawarkan profil permainan berbeda.

Divisi 1 Grup B juga menjanjikan persaingan kuat. Vietnam dan Thailand memiliki pengalaman besar di kompetisi Asia Tenggara, Filipina terus membangun kedalaman skuad, sedangkan Pakistan membawa tantangan yang tidak rutin ditemui oleh negara-negara ASEAN.

Bagaimana Format FIFA ASEAN Cup 2026?

Setiap divisi terbagi menjadi dua grup dan menggunakan sistem setengah kompetisi. Setiap tim menghadapi seluruh lawan di grupnya satu kali. Hanya juara grup yang lolos ke final divisinya, sedangkan runner-up grup di Divisi 1 bertemu dalam pertandingan perebutan medali perunggu.

Format tersebut tidak menyediakan semifinal. Konsekuensinya, jalur menuju final sangat sempit. Untuk tim di grup berisi empat peserta, tiga pertandingan menentukan seluruh nasib kompetisi. Selisih gol juga dapat menjadi faktor apabila regulasi pemisah diperlukan setelah dua tim mengumpulkan poin yang sama.

Pendekatan bermain aman sejak menit awal belum tentu cukup. Tim perlu menyeimbangkan kontrol risiko dengan kebutuhan mencetak gol. Kemenangan tipis tetap bernilai tiga poin, tetapi produktivitas dapat memberi perlindungan tambahan ketika klasemen grup berakhir rapat.

Apa Arti Format Ini bagi Timnas Indonesia?

Apa Arti Format Ini bagi Timnas Indonesia

Target pertama Indonesia adalah finis di atas Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Karena hanya juara grup yang mendapat tiket final, satu hasil imbang yang tidak direncanakan dapat memindahkan tekanan ke pertandingan berikutnya. Indonesia perlu menghindari fase awal yang lambat dan menjaga konsentrasi ketika lawan menutup ruang di area tengah.

Malaysia dan Singapura membawa rivalitas yang membuat pertandingan sulit dipisahkan dari aspek emosional. Bangladesh berpotensi menjadi lawan yang menuntut penyesuaian karena pertemuan kompetitif tidak sesering duel sesama negara Asia Tenggara. Staf pelatih Indonesia perlu mempersiapkan rencana berbeda untuk penguasaan bola, transisi, dan situasi bola mati.

Keuntungan kandang baru bernilai jika Indonesia mampu mengelola tempo. Dorongan penonton dapat menaikkan agresivitas, tetapi pressing tanpa koordinasi justru membuka ruang di belakang garis tengah. Tim Garuda membutuhkan struktur yang stabil: bek harus berani menjaga garis, gelandang wajib mengontrol second ball, dan lini depan perlu efisien ketika peluang bersih muncul.

Dua Divisi, Dua Juara, tetapi Satu Ujian Konsistensi

FIFA ASEAN Cup 2026 akan menghasilkan juara Divisi 1 dan juara Divisi 2. Sistem tersebut memberi lebih banyak tim kesempatan memainkan laga yang seimbang, sekaligus menjaga adanya target kompetitif pada kedua level.

Nilai turnamen ini tidak berhenti pada trofi. Jadwal internasional yang terstruktur memberi pelatih bahan untuk mengukur kedalaman skuad, melihat respons pemain terhadap tekanan turnamen singkat, serta membandingkan kualitas antartim dengan konteks pertandingan resmi. Bagi pemain muda, kesempatan tampil di stadion besar dan menghadapi lawan dengan gaya berbeda dapat mempercepat proses adaptasi ke level internasional.

Namun edisi pertama tetap harus dinilai melalui pelaksanaannya. Kualitas lapangan, pemulihan pemain, konsistensi perangkat pertandingan, dan keterbukaan informasi jadwal akan memengaruhi pengalaman tim serta penonton. Format baru membutuhkan eksekusi yang rapi agar dapat membangun nilai jangka panjang.

Indonesia Mendapat Panggung, Sekarang Saatnya Membuktikan Diri

Menjadi tuan rumah Divisi 1 menempatkan Indonesia di pusat perhatian FIFA ASEAN Cup 2026. Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat akan menjadi saksi apakah Tim Garuda mampu mengubah dukungan publik menjadi hasil yang konsisten.

Pembaca yang ingin mengikuti kabar pertandingan, analisis tim, dan perkembangan sepak bola dapat mengakses Platform Utama BC Game. Pembaruan susunan pemain dan jadwal pertandingan sebaiknya kembali diperiksa mendekati hari laga karena informasi operasional dapat berubah.

The post FIFA ASEAN Cup 2026 Segera Dimulai, Indonesia Jadi Panggung Divisi 1 appeared first on BC Game.

]]>
https://bcgamebola.com/fifa-asean-cup-2026-indonesia-divisi-1/feed/ 0