Lompat ke konten
BC Game » Blog » Gagal Raih Ballon d’Or 2026, Mbappe Dapat Pesan dari Lloris

Gagal Raih Ballon d’Or 2026, Mbappe Dapat Pesan dari Lloris

Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Mbappe Dapat Pesan dari Lloris

Kylian Mbappe harus kembali menunda ambisinya meraih Ballon d’Or setelah kalah dari Harry Kane dalam pemungutan suara edisi 2026. Meski demikian, mantan kapten tim nasional Prancis, Hugo Lloris, percaya bahwa penyerang Real Madrid tersebut memiliki kemampuan untuk memenangkan penghargaan bergengsi itu pada masa mendatang.

Mbappe menempati peringkat kedua dalam daftar Ballon d’Or 2026, tepat di belakang Kane yang tampil produktif bersama Bayern Munich. Sementara itu, pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, melengkapi tiga besar.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena Mbappe mencatatkan sejumlah pencapaian individu luar biasa sepanjang musim 2025/2026, termasuk keberhasilannya menjadi pencetak gol terbanyak dalam beberapa kompetisi besar.

Hugo Lloris Yakin Mbappe Akan Bangkit

Hugo Lloris Yakin Mbappe Akan Bangkit

Hugo Lloris memberikan dukungan kepada mantan rekan setimnya di tim nasional Prancis setelah pengumuman pemenang Ballon d’Or 2026.

Dalam pernyataan yang dilaporkan media Prancis L’Equipe, penjaga gawang Los Angeles FC itu menilai kegagalan kali ini tidak akan menghentikan perjalanan Mbappe menuju penghargaan individu tertinggi dalam sepak bola.

Menurut Lloris, situasi yang belum berpihak kepada Mbappe justru dapat menjadi pengalaman yang membuatnya lebih kuat.

Mantan kapten Prancis tersebut juga meyakini bahwa Mbappe sudah memiliki kualitas yang diperlukan untuk memenangkan Ballon d’Or.

Dukungan itu memiliki makna tersendiri mengingat Lloris pernah berbagi ruang ganti dengan Mbappe dalam perjalanan tim nasional Prancis, termasuk ketika Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018.

Keduanya memahami tekanan yang muncul ketika seorang pemain menjadi pusat perhatian, baik saat meraih keberhasilan maupun menghadapi kekecewaan.

Bagi Mbappe, kegagalan tahun ini menjadi tantangan baru untuk mempertahankan performanya bersama Real Madrid sekaligus membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing dengan para pemain terbaik dunia.

Harry Kane Ungguli Mbappe dalam Ballon d’Or 2026

Harry Kane Ungguli Mbappe dalam Ballon d'Or 2026

Harry Kane dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026 dalam acara penghargaan yang berlangsung di London, Inggris, pada Senin, 26 Oktober 2026.

Penyerang Bayern Munich tersebut mengungguli Mbappe dan Lamine Yamal setelah menjalani musim yang mengesankan bersama klub maupun tim nasional Inggris.

Berdasarkan laporan UEFA, Kane mencetak 73 gol untuk klub dan negaranya sepanjang musim 2025/2026. Ketajamannya membantu Bayern Munich mempertahankan gelar Bundesliga serta meraih sejumlah trofi domestik.

Kane juga mengakhiri kompetisi Bundesliga sebagai pencetak gol terbanyak untuk musim ketiga secara beruntun.

Keberhasilannya meraih Ballon d’Or menjadikannya pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001.

Pencapaian Kane menunjukkan bahwa kombinasi produktivitas individu, konsistensi penampilan, dan keberhasilan tim tetap menjadi faktor penting dalam persaingan penghargaan sepak bola dunia.

Di sisi lain, finis sebagai runner-up menegaskan bahwa Mbappe masih berada dalam kelompok pemain elite yang diperhitungkan dalam pemilihan Ballon d’Or.

Statistik Mbappe Tetap Mengesankan Sepanjang 2026

Meski belum berhasil membawa pulang Ballon d’Or, Mbappe memiliki sejumlah pencapaian yang menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.

Pemain Real Madrid itu tampil menonjol di kompetisi domestik, Liga Champions, dan Piala Dunia 2026.

Salah satu pencapaian terbesarnya datang dari turnamen internasional yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Mbappe berhasil mencetak 10 gol sepanjang Piala Dunia 2026 dan memenangkan penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

Jumlah tersebut sekaligus membuatnya mengoleksi 22 gol dari tiga edisi Piala Dunia, melampaui rekor para pencetak gol legendaris sebelumnya.

Pencapaian itu menjadi bukti bahwa ketajaman Mbappe tidak terbatas pada kompetisi klub. Ia juga mampu memberikan kontribusi besar ketika menghadapi tekanan di panggung internasional.

Namun, performa individu yang luar biasa belum cukup untuk membawanya mengungguli Kane dalam pemungutan suara Ballon d’Or.

Mengapa Mbappe Belum Memenangkan Ballon d’Or?

Persaingan Ballon d’Or tidak hanya berkaitan dengan jumlah gol seorang pemain. Performa dalam pertandingan penting, kontribusi terhadap keberhasilan tim, dan pencapaian sepanjang musim turut menjadi bahan penilaian.

Dalam persaingan 2026, Mbappe memiliki catatan individu yang mengesankan, tetapi Real Madrid tidak berhasil mengakhiri musim dengan gelar utama yang diharapkan.

Sebaliknya, Kane mampu menggabungkan produktivitas tinggi dengan keberhasilan Bayern Munich meraih trofi domestik.

Perbedaan pencapaian kolektif tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menjelaskan mengapa Kane lebih unggul dalam penilaian, meskipun bukan berarti seluruh pemilih menggunakan pertimbangan yang sama.

Ballon d’Or sendiri ditentukan melalui pemungutan suara, sehingga hasil akhirnya mencerminkan penilaian para pemilih terhadap keseluruhan performa kandidat.

Dengan demikian, posisi kedua Mbappe tidak serta-merta menunjukkan penurunan kualitasnya. Persaingan tahun ini justru memperlihatkan betapa tingginya standar yang dibutuhkan untuk menjadi pemain terbaik dunia.

Peluang Mbappe Merebut Ballon d’Or Masih Terbuka

Mbappe masih mempunyai kesempatan untuk memenangkan Ballon d’Or pada edisi berikutnya.

Kemampuan mencetak gol, kecepatan, dan perannya sebagai salah satu pemain utama Real Madrid menjadi modal penting untuk kembali bersaing.

Namun, mempertahankan statistik individu saja kemungkinan tidak cukup. Keberhasilannya membantu Real Madrid meraih gelar besar dapat memperkuat peluang dalam pemilihan mendatang.

Performa pada pertandingan menentukan, khususnya dalam perebutan gelar Liga Champions dan kompetisi domestik, juga berpotensi memengaruhi penilaian terhadap kontribusinya.

Persaingan diperkirakan tetap ketat karena pemain seperti Harry Kane dan Lamine Yamal telah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi kandidat utama.

Dalam situasi tersebut, konsistensi akan menjadi tantangan penting bagi Mbappe.

Pembaca yang mengikuti perkembangan sepak bola Eropa juga dapat menemukan pembahasan pertandingan, analisis performa tim, dan berita olahraga lainnya melalui BC Game.

Pesan Lloris Jadi Motivasi untuk Musim Berikutnya

Kegagalan meraih Ballon d’Or 2026 tentu menjadi hasil yang kurang memuaskan bagi Mbappe, terutama setelah ia mencatatkan berbagai pencapaian sepanjang musim.

Meski demikian, dukungan Hugo Lloris memperlihatkan bahwa mantan rekan setimnya masih percaya terhadap kemampuan penyerang Real Madrid tersebut.

Mbappe kini menghadapi tantangan untuk mengubah pencapaian individu menjadi keberhasilan kolektif yang lebih besar.

Jika mampu menjaga ketajamannya sekaligus membawa Real Madrid meraih trofi penting, peluangnya kembali menjadi kandidat utama Ballon d’Or akan tetap terbuka.

Untuk saat ini, Harry Kane berhak menikmati keberhasilannya sebagai pemain terbaik dunia 2026. Sementara Mbappe harus menjadikan posisi kedua sebagai dorongan untuk menghadapi persaingan berikutnya.