
John Herdman mengingatkan bahwa ambisi Timnas Indonesia masih jauh melampaui keberhasilan mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah namanya diteriakkan suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pelatih asal Inggris itu kembali menegaskan target membawa Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Sambutan tersebut muncul setelah Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 pada pertandingan terakhir Grup A, Kamis (1/10/2026). Kemenangan itu mengantar Garuda menjadi juara grup sekaligus merebut tempat di final.
Kini, Indonesia bersiap menghadapi Thailand di SUGBK pada Senin, 5 Oktober 2026. Berdasarkan konfirmasi AFF hingga 4 Oktober, kedua tim akan bertemu dalam pertandingan penentuan juara edisi perdana turnamen tersebut.
Pesan Herdman di Tengah Perayaan Indonesia

Dukungan suporter menjadi bagian dari suasana selepas kemenangan atas Bangladesh. Namun, dalam konferensi pers setelah laga, Herdman menempatkan hasil tersebut dalam rencana yang lebih panjang.
“Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah,” ujar Herdman, sebagaimana dilaporkan ANTARA.
Pernyataan itu menunjukkan cara Herdman menilai pencapaian timnya. Tiket final merupakan kemajuan, sementara target 2030 menjadi arah pembangunan tim. Target tersebut merupakan ambisi sang pelatih, bukan kepastian bahwa Indonesia akan lolos ke Piala Dunia.
Bagi pembaca BC Game, pesan Herdman memberikan konteks untuk mengikuti perkembangan Garuda: hasil pertandingan perlu dilihat bersama proses pembentukan tim yang sedang berlangsung.
Lima Gol Mitchell Baker Mengantar Garuda ke Final

Mitchell Baker menjadi pemain paling produktif dalam kemenangan atas Bangladesh dengan mencetak lima gol. Empat gol Indonesia lainnya dibukukan Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.
Menurut laporan Bola.com, Baker mencetak gol pada menit ke-11, ke-20, ke-37, ke-42, serta ke-90+8. Kontribusinya menjadi bagian terbesar dari sembilan gol yang membawa Indonesia menutup fase grup dengan kemenangan.
Status juara Grup A langsung memberikan tiket ke final. FIFA menetapkan format dua grup dengan sistem satu kali pertemuan, kemudian mempertemukan masing-masing juara grup pada partai puncak. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu melewati semifinal untuk mencapai laga perebutan gelar.
Kekompakan Tim Masih Dibangun
Herdman juga menjelaskan bahwa para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama. Menurut laporan ANTARA, ia menilai turnamen ini membantu tim membangun kekompakan melalui pengalaman menghadapi situasi pertandingan yang berbeda.
Pelatih tersebut menyoroti usaha Indonesia menjaga gawang tanpa kebobolan pada pertandingan sebelumnya, kemudian perjuangan mencetak gol ketika menghadapi Bangladesh. Dua pengalaman itu menjadi bagian dari perkembangan tim yang ia amati.
Dari sudut analisis, penjelasan tersebut membuat kemenangan besar atas Bangladesh perlu dibaca secara proporsional. Produktivitas dalam satu pertandingan memberi hasil positif, tetapi konsistensi menghadapi lawan berikutnya tetap harus dibuktikan di lapangan.
Thailand Menanti pada 5 Oktober
Thailand memastikan tempat di final sebagai juara Grup B. AFF melaporkan bahwa Thailand tetap bertahan di posisi teratas meskipun kalah 1-2 dari Filipina pada pertandingan terakhir fase grup, Jumat (2/10/2026).
Final Indonesia melawan Thailand dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada 5 Oktober. Pada hari dan tempat yang sama, Vietnam akan menghadapi Malaysia dalam pertandingan perebutan posisi ketiga.
Perkembangan turnamen dapat diikuti melalui halaman berita FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi Indonesia, final menghadirkan kesempatan merebut gelar perdana kompetisi ini. Bagi Herdman, pertandingan tersebut juga menjadi ujian berikutnya bagi tim yang sedang dibangun menuju target 2030.
Menjaga Fokus Setelah Kemenangan Besar
Tantangan Indonesia berikutnya adalah membawa performa positif melawan Bangladesh ke pertandingan final. Sembilan gol menunjukkan produktivitas Garuda pada laga tersebut, tetapi menghadapi Thailand akan membutuhkan pembacaan pertandingan yang berbeda. Hasil sebelumnya tidak menjamin Indonesia bisa mengulang kemenangan dengan cara yang sama.
Dalam konteks itu, pesan Herdman tentang 2030 dapat dibaca sebagai pengingat untuk menjaga fokus. Kesempatan meraih trofi tetap menjadi sasaran terdekat, sementara perkembangan tim perlu dinilai melalui konsistensi permainan, kemampuan beradaptasi, dan respons pemain ketika menghadapi tekanan.

Teddy Rudiawan adalah seorang Penulis Artikel bcgamebola.com yang berpengalaman, berspesialisasi dalam analisis olahraga dan sepak bola, dikenal mampu mengubah data pertandingan yang kompleks menjadi insight menarik dan mudah dipahami, membantu pembaca menangkap dinamika permainan, nilai taruhan, serta tren performa dengan jelas dan tepat, sekaligus mencerminkan energi serta karakter data-driven.
