Lompat ke konten
BC Game » Blog » Como 1907 Mengguncang Liga Champions, Proyek Indonesia Berbuah Kemenangan Bersejarah

Como 1907 Mengguncang Liga Champions, Proyek Indonesia Berbuah Kemenangan Bersejarah

Como 1907 Mengguncang Liga Champions, Proyek Indonesia Berbuah Kemenangan Bersejarah

Como 1907 menandai debutnya di Liga Champions dengan cara yang sulit dibayangkan beberapa tahun lalu. Klub asuhan Cesc Fàbregas mengalahkan RB Leipzig 4–1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Kamis, 10 September 2026.

Martin Baturina mencetak gol pertama Como dalam sejarah Liga Champions. Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Máximo Perrone kemudian melengkapi kemenangan besar tersebut.

Hasil itu bukan hanya kejutan pada pekan pembuka kompetisi Eropa. Kemenangan atas Leipzig menjadi puncak sementara dari transformasi klub yang pernah mengalami kebangkrutan, memulai kembali perjalanan dari Serie D, lalu tumbuh menjadi salah satu proyek sepak bola paling menarik di Italia.

Di balik kebangkitan tersebut terdapat investasi Djarum Group asal Indonesia, kepemimpinan Mirwan Suwarso, dan gagasan sepak bola progresif yang dibangun Fàbregas.

Como tidak hanya naik kasta. Mereka membangun identitas baru.

Debut Como di Liga Champions Melebihi Ekspektasi

Debut Como di Liga Champions Melebihi Ekspektasi

Como memasuki pertandingan melawan RB Leipzig tanpa pengalaman di level tertinggi sepak bola Eropa. Namun, perbedaan sejarah tidak terlihat ketika pertandingan dimulai.

Tim tuan rumah berani menguasai bola, menekan lawan dari depan, dan menyerang dengan jumlah pemain yang cukup besar. Mereka tidak memperlakukan Leipzig sebagai lawan yang harus ditakuti.

Baturina membuka skor pada menit ke-15 dan menjadi pencetak gol pertama Como di Liga Champions. Gol tersebut memberi kepercayaan diri kepada tim tuan rumah sekaligus menghidupkan atmosfer Sinigaglia.

Como kemudian mempertahankan intensitas permainan. Douvikas, Diao, dan Perrone ikut mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan kemenangan 4–1.

Empat pencetak gol berbeda juga menggambarkan bahwa ancaman Como tidak bergantung pada satu pemain. Struktur serangan mereka memungkinkan gelandang, penyerang tengah, dan pemain dari sisi lapangan masuk ke area berbahaya pada waktu yang tepat.

Kemenangan besar ini datang setelah Como mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan awal Serie A. Artinya, performa melawan Leipzig bukan ledakan sesaat. Tim Fàbregas memang memulai musim dengan ritme kompetitif yang kuat.

Stadion Kecil yang Menjadi Panggung Sejarah

Stadion Kecil yang Menjadi Panggung Sejarah

Giuseppe Sinigaglia bukan stadion modern dengan kapasitas puluhan ribu penonton. Untuk pertandingan Liga Champions, kapasitasnya bahkan harus dikurangi menjadi sekitar 10.000 kursi karena penyesuaian terhadap regulasi UEFA.

Keterbatasan tersebut justru memperkuat karakter pertandingan. Stadion yang terletak di tepi Danau Como itu menghadirkan suasana rapat, emosional, dan sangat dekat dengan lapangan.

Permintaan tiket jauh melampaui jumlah kursi yang tersedia. Presiden Como, Mirwan Suwarso, bersama sejumlah anggota direksi memilih menyerahkan tempat mereka di area eksekutif kepada pendukung berusia lebih dari 75 tahun.

Sebanyak 72 kursi akhirnya diberikan kepada suporter senior yang pernah mengikuti Como melewati periode sulit di divisi bawah.

Gestur tersebut memiliki makna lebih besar daripada kampanye hubungan masyarakat. Pendukung yang pernah melihat klub bermain di Serie D kini menyaksikan Como mencetak empat gol dalam pertandingan Liga Champions.

Malam itu mempertemukan dua sisi proyek Como: ambisi global dan penghormatan terhadap akar lokal.

Dari Kebangkrutan Menuju Liga Champions

Perjalanan Como menuju panggung Eropa tidak berlangsung secara lurus.

Masalah finansial pernah membuat klub kehilangan status profesional dan harus dibangun kembali dari kompetisi bawah. Ketika grup bisnis yang terafiliasi dengan Djarum mengambil alih klub pada 2019, Como baru kembali bermain di Serie C.

Kondisi infrastrukturnya juga tertinggal. Klub belum memiliki fondasi komersial yang kuat, pusat latihan permanen yang memadai, ataupun akademi yang berfungsi seperti milik tim mapan Serie A.

Kepemilikan baru kemudian membangun proyek secara bertahap. Mantan pemain Chelsea dan tim nasional Inggris, Dennis Wise, terlibat dalam restrukturisasi awal klub. Ia membantu membentuk organisasi sepak bola, memperbaiki perekrutan pemain, dan mengarahkan Como menuju Serie B.

Como berhasil promosi ke Serie B pada 2021. Tiga tahun kemudian, mereka kembali ke Serie A untuk pertama kalinya setelah absen lebih dari dua dekade.

Lompatan berikutnya bahkan lebih cepat. Setelah membangun skuad yang mampu bersaing di kasta tertinggi, Como menutup musim 2025–2026 di posisi keempat dan mendapatkan tiket Liga Champions.

Dalam waktu kurang dari satu dekade, mereka bergerak dari Serie D menuju kelompok elite Eropa.

Mengapa Cesc Fàbregas Begitu Penting bagi Como?

Kedatangan Cesc Fàbregas pada 2022 menjadi titik perubahan penting. Ia tidak hanya datang sebagai pemain senior, tetapi juga menjadi pemegang saham dan bagian dari rencana jangka panjang klub.

Setelah mengakhiri karier bermain, Fàbregas beralih ke jalur kepelatihan. Pengaruhnya terhadap keputusan sepak bola kemudian semakin besar.

Fàbregas membawa gagasan permainan yang jelas. Como ingin menguasai bola dengan tujuan, membangun serangan dari belakang, dan menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tengah. Para pemain tidak hanya diminta mengoper dengan rapi, tetapi juga memahami posisi yang harus ditempati ketika struktur lawan berubah.

Dalam fase menyerang, pemain belakang Como membantu membuka lapangan. Gelandang bergerak di antara lini untuk menyediakan jalur umpan vertikal, sementara pemain sayap dapat masuk ke area dalam agar bek sayap memiliki ruang maju.

Ketika kehilangan bola, Como berusaha merebutnya kembali sebelum lawan sempat mengembangkan serangan balik.

Pendekatan tersebut membutuhkan pemain dengan kecerdasan taktis dan keberanian mengambil keputusan. Karena itu, kebijakan transfer Como tidak semata-mata berfokus pada nama terkenal. Mereka mencari pemain muda dengan kemampuan teknis, mobilitas, dan nilai pasar yang masih dapat meningkat.

Nama-nama seperti Nico Paz, Assane Diao, Máximo Perrone, dan Martin Baturina sesuai dengan profil tersebut. Mereka dapat membantu tim di lapangan sekaligus menjadi aset ekonomi bagi klub.

Kemenangan atas Leipzig memperlihatkan kemajuan model itu. Como tampil terstruktur tanpa kehilangan spontanitas dalam menyerang.

Investasi Besar dengan Risiko yang Tetap Nyata

Kebangkitan Como memang tidak dapat dipisahkan dari kekuatan finansial pemiliknya.

Klub berinvestasi besar setelah kembali ke Serie A. Pengeluaran tersebut digunakan untuk memperkuat skuad, meningkatkan fasilitas, membangun struktur manajemen, dan memperluas kegiatan komersial.

Strateginya mudah dipahami: Como harus mempercepat pembangunan agar tidak hanya bertahan di Serie A, tetapi juga mampu bersaing dengan klub yang sudah memiliki pendapatan dan infrastruktur lebih besar.

Hasil di lapangan menunjukkan bahwa investasi itu bekerja. Namun, model tersebut tetap memiliki risiko.

Pendapatan reguler Como masih belum sebesar Inter Milan, Juventus, atau AC Milan. Kapasitas stadion yang terbatas juga membatasi pemasukan dari tiket dan layanan hospitality. Pada saat bersamaan, skuad berkualitas dan operasi klub modern membutuhkan biaya tinggi.

Partisipasi di Liga Champions akan menambah pemasukan dari hadiah kompetisi, hak siar, tiket, dan sponsor. Akan tetapi, pemasukan Eropa tidak selalu dapat dianggap sebagai pendapatan tetap karena kualifikasi setiap musim tidak pernah terjamin.

Karena itu, perkembangan pemain muda menjadi sangat penting. Jika Como mampu meningkatkan nilai pemain lalu melakukan penjualan pada waktu yang tepat, aktivitas transfer dapat membantu menyeimbangkan pengeluaran klub.

Tantangan sebenarnya bukan sekadar mencapai Liga Champions. Como harus menemukan cara agar pencapaian tersebut dapat menopang pertumbuhan yang berkelanjutan.

Danau Como Menjadi Bagian dari Model Bisnis Klub

Como memiliki keuntungan yang hampir tidak bisa ditiru klub lain: lokasinya.

Danau Como merupakan salah satu tujuan wisata paling terkenal di Italia. Kawasan tersebut menarik jutaan wisatawan internasional, termasuk pengunjung dengan daya beli tinggi.

Manajemen Como melihat potensi untuk menghubungkan sepak bola dengan wisata, mode, kuliner, dan pengalaman premium. Pertandingan tidak dipasarkan hanya sebagai kegiatan selama 90 menit, tetapi sebagai bagian dari perjalanan mengunjungi Danau Como.

Klub membuka toko resmi, membangun jaringan distribusi merchandise, mengembangkan koleksi fesyen, serta menawarkan pengalaman wisata dan layanan keanggotaan premium.

Strategi ini membantu Como menjangkau konsumen di luar populasi lokal. Kota Como relatif kecil jika dibandingkan Milan, Roma, atau Turin, tetapi jumlah wisatawan yang datang setiap tahun menciptakan pasar yang jauh lebih besar.

Kehadiran figur terkenal di Sinigaglia turut memperkuat citra tersebut. Aktor dan selebritas internasional beberapa kali terlihat menghadiri pertandingan Como. Klub akhirnya dikenal bukan hanya karena hasil sepak bola, tetapi juga karena pertemuan antara olahraga, budaya, dan gaya hidup Italia.

Model ini tidak akan menggantikan pentingnya kemenangan. Namun, ia memberikan Como sumber pertumbuhan yang tidak sepenuhnya bergantung pada kapasitas stadion.

Pengaruh Indonesia dalam Kebangkitan Como 1907

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Como memiliki lapisan khusus. Salah satu kebangkitan paling cepat dalam sepak bola Italia modern terjadi di bawah kepemilikan grup bisnis Indonesia dan kepemimpinan presiden asal Indonesia.

Mirwan Suwarso berperan menghubungkan visi bisnis pemilik dengan arah sepak bola yang dijalankan Fàbregas. Proyek ini menunjukkan bahwa kepemilikan klub tidak harus terbatas pada pembelian pemain mahal.

Como berinvestasi dalam struktur klub, identitas permainan, pengalaman penonton, pemasaran internasional, dan hubungan dengan komunitas lokal. Seluruh bagian tersebut berjalan sebagai satu ekosistem.

Pendekatan itu pula yang membuat gestur pemberian kursi kepada pendukung senior terasa relevan. Como ingin tumbuh secara global tanpa memutus hubungan dengan orang-orang yang menjaga klub tetap hidup ketika sorotan internasional belum datang.

Pembaca Indonesia yang ingin mengikuti berita, analisis pertandingan, dan perkembangan sepak bola internasional dapat mengakses platform utama BC Game sebagai salah satu pusat informasi sepak bola terkini.

Bisakah Nilai Como Mencapai €1 Miliar?

Mirwan Suwarso pernah mengutarakan ambisi membawa valuasi Como melewati €1 miliar. Target tersebut sangat besar untuk klub yang baru kembali ke Serie A pada 2024.

Valuasi sepak bola tidak hanya ditentukan oleh nilai skuad. Pendapatan tahunan, hak komersial, kepemilikan stadion, basis pendukung, utang, konsistensi prestasi, dan kemampuan menghasilkan keuntungan ikut memengaruhi perhitungan.

Como sudah memiliki beberapa elemen yang mendukung pertumbuhan nilai. Kualitas skuad meningkat, mereknya mulai dikenal secara internasional, dan klub memiliki hubungan kuat dengan destinasi wisata global.

Rencana peningkatan Stadion Sinigaglia juga dapat menambah pendapatan pertandingan, terutama melalui kursi hospitality dan fasilitas premium.

Namun, target €1 miliar membutuhkan konsistensi. Como perlu bertahan sebagai tim papan atas Serie A, rutin tampil di kompetisi Eropa, meningkatkan pendapatan komersial, dan mengelola perdagangan pemain dengan disiplin.

Satu kemenangan atas Leipzig tidak langsung membuat Como menjadi raksasa finansial. Hasil tersebut, bagaimanapun, memberi bukti bahwa proyek mereka sudah mampu menghasilkan performa pada level tertinggi.

Ujian Berikutnya Baru Dimulai

Kemenangan 4–1 pada debut Liga Champions akan selalu memiliki tempat khusus dalam sejarah Como 1907. Akan tetapi, perjalanan di kompetisi Eropa menghadirkan tantangan berbeda dari Serie A.

Jadwal menjadi lebih padat. Waktu pemulihan berkurang dan setiap kesalahan teknis dapat dihukum lawan dengan kualitas individu tinggi. Fàbregas juga perlu melakukan rotasi tanpa merusak struktur permainan tim.

Como harus membuktikan bahwa sepak bola menyerangnya dapat bertahan ketika berhadapan dengan tim yang menekan lebih agresif atau sengaja membiarkan mereka menguasai bola sebelum melancarkan serangan balik.

Manajemen beban pemain akan sama pentingnya dengan rencana taktis.

Meski demikian, kemenangan atas Leipzig memberikan modal yang bernilai. Para pemain kini mengetahui bahwa mereka dapat bersaing di Liga Champions, bukan sekadar hadir sebagai pendatang baru.

Como Bukan Lagi Sekadar Cerita Kejutan

Como 1907 telah melewati perjalanan yang jarang terjadi dalam sepak bola modern. Klub ini bangkit dari kebangkrutan, menanjak melalui piramida liga Italia, kembali ke Serie A, dan akhirnya memenangi pertandingan pertama di Liga Champions dengan skor meyakinkan.

Investasi Indonesia menyediakan fondasi finansial. Mirwan Suwarso membangun arah bisnis yang menghubungkan klub dengan potensi global Danau Como. Cesc Fàbregas memberikan identitas sepak bola yang dapat dikenali.

Kombinasi tersebut belum menjamin keberhasilan dalam jangka panjang. Como masih harus meningkatkan pendapatan, memperluas stadion, mengembangkan akademi, dan menjaga daya saing tanpa menciptakan beban finansial berlebihan.

Namun, satu hal sudah berubah setelah malam bersejarah melawan Leipzig: Como tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai klub kecil dengan pemandangan stadion yang indah.

Mereka datang ke Liga Champions dengan sebuah rencana—dan langsung menunjukkan bahwa rencana itu pantas diperhitungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *