
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, punya janji menarik menjelang leg kedua final ASEAN Hyundai Cup 2026 menghadapi Thailand. Juru taktik asal Korea Selatan itu siap ikut menari bersama para pemain jika Golden Star Warriors mampu mempertahankan keunggulan dan mengunci gelar juara di hadapan pendukung sendiri.
Vietnam memasuki laga penentuan di Mỹ Đình National Stadium, Hanoi, dengan modal kuat setelah meraih kemenangan 2-0 pada leg pertama di Bangkok. Stadion juga dipastikan penuh untuk pertandingan tersebut, menambah atmosfer besar dalam upaya Vietnam mencatat sejarah baru.
Namun, bagi Kim Sang-sik, keunggulan dua gol belum menjadi alasan untuk merasa aman. Ia menegaskan bahwa Vietnam harus kembali bermain dengan konsentrasi penuh karena final baru benar-benar selesai setelah peluit panjang leg kedua.
Kim Sang-sik Janjikan Selebrasi Spesial

Menjelang pertandingan, Kim Sang-sik mencairkan suasana dengan membahas kemungkinan selebrasi apabila Vietnam berhasil mempertahankan gelar.
Kim mengatakan dirinya bersedia menari jika para pemain dan suporter menginginkannya. Bahkan, ia berharap Nguyễn Đình Bắc bisa mencetak gol sehingga keduanya dapat melakukan selebrasi bersama.
Janji tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya asing bagi sang pelatih. Kim sebelumnya pernah menarik perhatian lewat selebrasi di lapangan ketika Jeonbuk Hyundai Motors menjuarai K League 1 pada 2022. Aksinya saat itu sempat tersebar luas melalui media sosial.
Meski suasana menjelang laga cukup positif, Kim tetap menempatkan fokus utama pada performa tim.
Bagi Vietnam, pertandingan ini bukan sekadar kesempatan untuk meraih satu trofi lagi. Mereka memiliki peluang mencatat pencapaian yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah tim nasional.
Vietnam Memburu Sejarah Pertama

Vietnam sebelumnya telah memenangkan kejuaraan regional pada 2008, 2018, dan 2024. Namun, Golden Star Warriors belum pernah berhasil mempertahankan gelar pada edisi berikutnya.
Jika mampu mengatasi Thailand pada leg kedua, Vietnam akan mempertahankan gelar untuk pertama kalinya sekaligus mencatat pencapaian penting dalam sejarah kompetisi regional tersebut.
Kim Sang-sik pun berpeluang masuk dalam kelompok elite pelatih yang mampu memenangi turnamen secara beruntun. Materi referensi mencatat Raddy Avramovic, Peter Withe, Kiatisuk Senamuang, dan Mano Pölking sebagai pelatih yang sebelumnya berhasil meraih gelar secara beruntun.
Kondisi itu membuat pertandingan di Hanoi memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan sekadar mempertahankan keunggulan agregat.
Vietnam berada sangat dekat dengan sejarah, tetapi tetap harus menyelesaikan pekerjaan terakhirnya.
Keunggulan 2-0 Belum Membuat Vietnam Santai
Vietnam mendapatkan posisi ideal setelah Nguyễn Hai Long dan Nguyễn Quang Hải mencetak gol pada babak kedua di leg pertama.
Hasil tersebut memberikan ruang lebih besar kepada Kim Sang-sik dalam menentukan pendekatan untuk pertandingan berikutnya. Vietnam tidak harus mengejar pertandingan sejak menit awal, sementara Thailand berada dalam situasi yang menuntut mereka mengambil lebih banyak risiko untuk mengejar defisit.
Meski demikian, Kim tidak ingin timnya bermain dengan pola pikir hanya mempertahankan skor.
Ia menilai para pemain telah bekerja keras selama sekitar dua bulan hingga mencapai partai final. Menurut Kim, tugas Vietnam sekarang adalah memberikan performa terbaik dan menciptakan kenangan penting bagi sepak bola Vietnam.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga menegaskan bahwa keunggulan yang dimiliki Vietnam belum menjamin apa pun.
Pesan tersebut mencerminkan pendekatan Vietnam menjelang pertandingan: agregat boleh unggul, tetapi mentalitas tetap harus seperti pertandingan dimulai dari 0-0.
Kim bahkan menyebut laga penentuan tersebut berpotensi menjadi hari bersejarah bagi sepak bola Vietnam, dengan para pemain sebagai pihak yang akan menentukan apakah sejarah itu benar-benar tercipta.
Mỹ Đình Diprediksi Jadi Faktor Penting
Vietnam juga mendapatkan keuntungan besar dari dukungan publik.
Permintaan tiket untuk pertandingan final sangat tinggi. Kim bahkan bercanda bahwa ia mungkin perlu mematikan telepon karena banyak teman yang menghubunginya untuk mendapatkan tiket.
Bermain di Mỹ Đình National Stadium yang penuh tentunya dapat memberikan energi tambahan bagi Golden Star Warriors.
Namun, atmosfer besar juga menghadirkan tekanan tersendiri. Vietnam membawa ekspektasi publik untuk menutup turnamen dengan gelar, sementara Thailand datang dengan posisi yang membuat mereka tidak memiliki banyak pilihan selain tampil agresif.
Situasi tersebut bisa menciptakan pertandingan yang jauh berbeda dibandingkan leg pertama.
Thailand berpotensi meningkatkan intensitas sejak awal untuk mendapatkan gol cepat. Sebaliknya, Vietnam memiliki kesempatan memanfaatkan ruang yang muncul ketika lawan mulai meninggalkan area pertahanannya.
Dalam konteks pertandingan seperti ini, kemampuan Vietnam mengelola tempo akan menjadi salah satu aspek penting.
Nguyễn Đình Bắc Tetap Utamakan Tim
Salah satu pemain Vietnam yang menjadi sorotan adalah Nguyễn Đình Bắc.
Penyerang berusia 22 tahun tersebut berada di antara pencetak gol terbanyak turnamen bersama rekan setimnya Nguyễn Xuân Son. Keduanya telah mengoleksi lima gol berdasarkan materi referensi menjelang leg kedua final.
Namun, Đình Bắc menegaskan bahwa perebutan penghargaan individu bukan prioritas.
Target utama tetap membawa Vietnam memenangkan pertandingan dan memberikan gelar kepada para pendukung.
Mentalitas tersebut terlihat dari cara para pemain memandang posisi mereka menjelang leg kedua. Meski unggul 2-0, Đình Bắc mengatakan tim memperlakukan pertandingan seolah skor masih 0-0.
Pendekatan itu penting karena pertandingan final dengan sistem dua leg dapat berubah cepat apabila tim yang tertinggal mendapatkan gol pada fase awal pertandingan.
Vietnam karena itu tidak bisa hanya mengandalkan keunggulan dari Bangkok.
Thailand Masih Punya Jalan untuk Membalikkan Keadaan
Dari perspektif pertandingan, Thailand memang berada dalam posisi lebih sulit.
Defisit dua gol memaksa tim asuhan Anthony Hudson mencari keseimbangan antara kebutuhan menyerang dan risiko memberikan ruang kepada Vietnam.
Jika Thailand terlalu berhati-hati, waktu akan menguntungkan Vietnam. Namun, apabila mereka mendorong terlalu banyak pemain ke depan, Golden Star Warriors memiliki kesempatan menyerang melalui transisi.
Inilah yang membuat 20 hingga 30 menit pertama berpotensi menjadi fase penting.
Vietnam tidak harus mendominasi penguasaan bola. Mereka justru perlu menjaga struktur permainan, membatasi momentum Thailand, dan menghindari kesalahan yang dapat mengubah atmosfer pertandingan.
Satu gol Vietnam akan membuat tugas Thailand semakin berat.
Sebaliknya, gol cepat Thailand dapat meningkatkan tekanan terhadap tuan rumah sekaligus menghidupkan kembali persaingan.
Final yang Lebih Besar dari Sekadar Skor
Bagi Vietnam, leg kedua ASEAN Hyundai Cup 2026 merupakan kesempatan menyelesaikan perjalanan dengan pencapaian bersejarah.
Kemenangan 2-0 di Bangkok telah memberikan fondasi yang sangat kuat, tetapi pesan Kim Sang-sik jelas: pekerjaan belum selesai.
Sang pelatih meminta para pemain tetap memberikan kemampuan terbaik mereka sampai pertandingan benar-benar berakhir.
Untuk pembaca yang mengikuti perkembangan sepak bola regional, pertandingan dan kabar terbaru seputar pertandingan internasional juga dapat diikuti melalui BC Game sebagai platform utama BC Game.
Apabila Vietnam mampu mempertahankan keunggulannya, malam di Mỹ Đình bukan hanya akan ditutup dengan trofi.
Golden Star Warriors akan mencatat keberhasilan mempertahankan gelar untuk pertama kalinya dan jika janji Kim Sang-sik benar-benar ditepati, para pendukung mungkin juga akan mendapatkan satu pertunjukan tambahan: sang pelatih menari bersama pemainnya di lapangan.

Teddy Rudiawan adalah seorang Penulis Artikel BC Game yang berpengalaman, berspesialisasi dalam analisis olahraga dan sepak bola, dikenal mampu mengubah data pertandingan yang kompleks menjadi insight menarik dan mudah dipahami, membantu pembaca menangkap dinamika permainan, nilai taruhan, serta tren performa dengan jelas dan tepat, sekaligus mencerminkan energi serta karakter data-driven dari brand BC Game.